Minggu, 16 Desember 2018

Acara Making Indonesia 4.0 Conference di Kementerian Perindustrian

  • Asosiasi Cloud Computing Indonesia
  • Kamis, 25 Oktober 2018

Foto Bersama di Acara Making Indonesia 4.0 Conference: Eko K Budiardjo, Alex Budiyanto, Airlangga Hartarto, Ilham Akbar Habibie, Gati Wibawaningsih dan Soegiharto Santoso

Asosiasi Cloud Computing Indonesia menggandeng Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Making Indonesia 4.0 Conference  dengan tema “Menyiapkan Industri Indonesia di Era Industri 4.0” pada Rabu, 24 Oktober 2018 di Ruang Garuda, Gedung Kementerian Perindustrian. “Kami ingin industri mengenal teknologi ini dan mengambil manfaatnya untuk mendorong mereka melakukan transformasi digital” jelas Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian. Beberapa topik yang dibahas dalam seminar tersebut antara lain tren teknologi di era industri 4.0, infrastruktur industri 4.0, serta cyber security di era industri 4.0.

Teknologi cloud computing memungkinkan pengguna mengakses sumber daya komputasi dari mana saja, kapan saja dengan biaya yang terjangkau dan hanya membayar sesuai penggunaan. “Teknologi cloud computing akan menyokong layanan lain seperti big data & analytics, internet of things, artificial intelligence, machine learning, blockchain, dsb. Oleh karena itu cloud computing merupakan salah satu infrastruktur penting dalam mendukung industri 4.0” tambah Airlangga lebih lanjut.

Hal tersebut sejalan dengan roadmap Making Indonesia 4.0 dimana pemerintah ingin mendorong adopsi teknologi pada sektor industri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang lebih efisien, sehingga industri Indonesia akan lebih berdaya saing di dunia. “Setelah mengikuti seminar, harapannya pelaku industri tidak ragu-ragu untuk mulai melakukan perubahan dengan mengadopsi teknologi-teknologi baru” jelas Airlangga Hartarto.

Sementara ketua umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia, Alex Budiyanto, menambahkan “melalui seminar ini kami ingin memberikan edukasi mengenai cloud computing dan bagaimana cloud computing berperan sebagai infrastruktur utama dalam era industri 4.0”. Asosiasi yang berdiri pada tahun 2017 ini mempunyai visi menjadi wadah yang mampu menselaraskan perkembangan teknologi Cloud Computing serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan industri. “Kami siap bersama pemerintah mendukung Making Indonesia 4.0 melalui penerapan teknologi cloud computing dan juga pengembangan sumber daya manusia untuk menguasai teknologi ini”.

Selain itu Direktur Jenderal IKM, Gati Wibawaningsih, menjelaskan “Kami mempunyai beberapa program yang mendorong IKM mulai melakukan transformasi digital menuju era revolusi industri 4.0”. Sebelumnya pada tanggal 6 September 2018, Ditjen IKM meluncurkan kompetisi Making Indonesia 4.0 Startup yang bertujuan menumbuhkan inovasi startup berbasis teknologi industri 4.0 untuk mengatasi permasalahan dunia industri. Pendaftaran kompetisi ini masih dibuka sampai dengan tanggal 20 November 2018, serta informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.i4startup.id. “Ada program e-Smart IKM untuk akses pemasaran digital serta platform pembelajaran digital IKM, yang kami siapkan agar IKM tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi digital” tambah Gati.

Setelah dibuka oleh sambutan dan keynote dari Airlangga Hartarto, acara dilanjutkan dengan paparan dari Ilham Akbar Habibie selaku Executive Chairman dari Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional yang disingkat WANTIKNAS. Beliau memberikan paparan mengenai Arah Indonesia 4.0. Dalam paparannya Ilham Akbar Habibie menyampaikan kesiapan pemerintah dalam mewujukan Making Indonesia 4.0. Presentasi kemudian dilanjutkan oleh Alex Budiyanto yang membawakan materi SDM Indonesia 4.0Dalam paparannya Alex menyampaikan perlunya menyiapkan SDM untuk mewujudkan Making Indonesia 4.0 dan perlunya sinergi antara pemerintah, industri dan juga lembaga pendidikan untuk membuat panduan yang jelas mengenai pengembangan SDM di Indonesia.

Foto Bersama Setelah Diskusi Panel Sesi 1 di Acara Making Indonesia 4.0 Conference

Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari Yos Vincenzo selaku Business Group Lead Microsoft Indonesia yang membawakan materi mengenai Tren Teknologi Industri 4.0. Setelah itu Arief Rakhmatsyah selaku VP Product Management Cloud & UC dari telkomtelstra membawakan materi mengenai layanan Cloud Computing dan data sovereignty. Kemudian Laksana Budiwiyono selaku Country Manager dari Trend Micro membawakan materi mengenai pentingnya Cybersecurity dalam industri 4.0. Setelah itu Arya N. Soemali selaku Director IT Services  dari lintasarta membawakan materi mengenai Cloud Computing sebagai fondasi industri 4.0. Sesi ini ditutup dengan presentasi dari Sutedjo Tjahjadi selaku Managing Director dari Datacomm Cloud Business yang membawakan materi peran Cloud Computing di era Industri 4.0. 

Foto Bersama Setelah Diskusi Panel Sesi 2 di Acara Making Indonesia 4.0 Conference

Setelah istirahat makan siang, acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang bertema: Manfaat Cloud Computing di Era Industri 4.0. Sesi diskusi panel ini diikuti oleh Nodeflux dan Syncro dan dimoderatori oleh Soegiharto Santoso selaku Chairman dari Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional yang disingkat APTIKNAS. Faris Rahman selaku Co-founder dan Chief Technology Officer dari nodeflux bercerita mengenai product Computer Vision yang mereka kembangkan dengan memanfaatkan Machine Learning dan Artificial Intelligence, dan bagaimana Cloud Computing membantu mereka dalam pengembangan produk tersebut. Presentasi dilanjutkan oleh Sindarta Gemilang selaku Chief Executive Officer dari Syncro yang bercerita bagaimana Cloud Computing membaantu pengembangan produk Syncro yang merupakan salah satu engine data synchronization untuk IoT.

Foto bersama setelah diskusi panel sesi 3 di acara Making Indonesia 4.0 Conference

Sesi diskusi panel terakhir yang dimoderatori oleh Alex Budiyanto membawakan tema: Kesiapan Infrastruktur Indonesia di Era Industri 4.0. Diskusi panel ini diikuti oleh CloudInovasi, zettagrid dan desktopIP. Presentasi pertama disampaikan oleh Dolly Indra selaku General Manager dari zettagrid yang membawakan materi mengenai bagaimana kesiapan zettagrid dalam mendukung industri 4.0. Kemudian Michael Adhi yang merupakan General Manager dari CloudInovasi membawakan materi mengenai Container yang merupakan layanan dari CloudInovasi yang bisa membantu pengembangan produk di era industri 4.0. Sesi presentasi ditutup dengan materi dari Muhammad Bahesti selaku Chief Technology Officer dari desktopIP yang membawakan presentasi mengenai Net-worker sebagai salah satu solusi untuk perubahan budaya bekerja di era industri 4.0. 

Making Indonesia 4.0 dapat diwujudkan dengan komitmen dan kerjasama dari seluruh pemangku kepentingan. Dengan kehadiran revolusi industri 4.0 diharapkan industri di Indonesia tumbuh lebih kuat dan berdaya saing. Terima kasih bagi para pelaku industri yang telah bergabung di acara ini, semoga acara ini bisa memberikan manfaat. Bagi anda yang ingin mendapatkan materi presentasi  dalam acara ini, silahkan unduh disini. Bagi anda yang datang dalam acara tersebut dan membutuhkan sertifikat, anda bisa mencetak sertifikat dari halaman berikut

  • Author: Asosiasi Cloud Computing Indonesia

Acara Terbaru

Singapore Fintech Festival 2018

  • Nov 12, 2018
  • Singapore

Making Indonesia 4.0 Conference

  • Oct 24, 2018
  • DKI Jakarta

Microsoft Solution Warehouse 2018

  • Sep 25, 2018
  • DKI Jakarta

CIIP ID Summit 2018

  • Sep 19, 2018
  • Bali

Twitter